UJUNGPENAMEDIA.COM,BONE--Ribuan jamaah menghadiri kegiatan mengenang 100 hari wafatnya Drs. H. Aras Genda, M.M., yang digelar di Ballroom Lokananta, Kota Watampone, Kabupaten Bone, Jumat (2/10/2026) malam.
Kegiatan tersebut diisi tausiyah oleh Ustadz Dr. H. Das’ad Latif, S.Sos., S.Ag., M.Si., Ph.D. yang hadir memberikan pesan keagamaan kepada keluarga almarhum, para tamu undangan, dan jamaah yang memadati lokasi.
Ustadz Das’ad Latif tiba di Aula Lokananta sekitar pukul 20.15 WITA. Ia didampingi AKBP Dr. Erwin Aras Genda, S.H., S.I.K., M.T., yang hadir mewakili keluarga besar almarhum.
Sejumlah pejabat daerah turut hadir, di antaranya Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., Wakil Bupati Bone Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, M.M., Ketua DPRD Bone Andi Tenri Walinonong, S.H., Kapolres Bone, Dandim Bone, serta sejumlah pimpinan OPD Pemkab Bone.
Suasana kegiatan berlangsung khidmat. Ribuan jamaah yang hadir berasal dari keluarga besar almarhum, kerabat, pejabat pemerintahan, tokoh masyarakat, hingga masyarakat umum.
Dalam sambutannya, Bupati Bone H. Andi Asman menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar almarhum yang tetap berbaur bersama masyarakat dalam kegiatan tersebut.
“Saya mengapresiasi keluarga beliau. Putra dan putrinya dan seluruh keluarganya masih berbaur dengan kita semua,” ungkap Andi Asman.
Menurutnya, kebersamaan keluarga almarhum dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga silaturahmi sekaligus mengenang jasa dan keteladanan yang telah ditinggalkan almarhum semasa hidup.
Sementara itu, Ustadz Das’ad Latif dalam tausiyahnya mengajak jamaah menjadikan kehidupan dunia sebagai kesempatan untuk memperbanyak amal kebajikan sebagai bekal menuju kehidupan akhirat.
Ia mengingatkan bahwa harta, jabatan, maupun kedudukan yang dimiliki manusia pada akhirnya akan ditinggalkan. Karena itu, setiap orang perlu mempersiapkan bekal akhirat melalui ibadah, amal saleh, dan berbagai perbuatan baik yang memberikan manfaat bagi sesama.
Ustadz Das’ad Latif juga mengingatkan jamaah tentang kematian dan kehidupan setelah manusia meninggalkan dunia. Ia mengajak seluruh yang hadir untuk mempersiapkan diri menghadapi kehidupan akhirat serta menjauhi berbagai perbuatan yang dapat menjadi sebab datangnya siksaan.
Salah satu pesan yang turut ditekankan adalah pentingnya doa anak yang saleh dan salehah bagi orang tua yang telah meninggal dunia.
“Doa anak soleh dan solehah yang dikabulkan,” ungkap Ustadz Das’ad Latif.
Pesan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam peringatan 100 hari wafatnya almarhum. Jamaah diajak tidak sekadar mengenang sosok yang telah berpulang, tetapi juga melanjutkan nilai-nilai kebaikan yang ditinggalkan serta terus mendoakan almarhum.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan doa bersama untuk almarhum Drs. H. Aras Genda, M.M., sekaligus doa bagi keluarga yang ditinggalkan agar senantiasa diberikan kekuatan, ketabahan, dan keberkahan.
Peringatan 100 hari tersebut menjadi momentum bagi keluarga besar almarhum dan masyarakat untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus mengambil hikmah dari perjalanan kehidupan dan kematian.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Berikan saran dan informasi