Pengikut

Translate

,

Maria Zikra Curi Perhatian di Panggung Gau’ Maraja Bone 2026, Bawakan Sastra Bugis di Hadapan Ribuan Pengunjung

Tim Redaksi
1 Okt 2026, 10/01/2026 WIB Last Updated 2026-10-01T08:12:47Z

UJUNGPENAMEDIA.COM,BONE--Festival Gau’ Maraja Bone 2026 resmi berakhir pada Rabu (30/9/2026) setelah berlangsung selama enam hari. Di tengah kemeriahan perhelatan budaya tersebut, penampilan salah seorang siswi SMP Islam Athirah Bone, Maria Zikra, berhasil mencuri perhatian ribuan pengunjung di panggung utama Lapangan Merdeka Watampone.


Maria Zikra terpilih sebagai salah satu pembaca puisi utama setelah melewati proses seleksi yang melibatkan tujuh peserta dari berbagai jenjang pendidikan, mulai tingkat SMP hingga mahasiswa.


Dari proses tersebut, Maria berhasil masuk dalam jajaran tiga penampil terbaik yang mendapatkan kesempatan membawakan karya sastra di panggung utama Festival Gau’ Maraja Bone 2026.


Bagi Maria, kesempatan tersebut bukan sekadar tampil di hadapan publik. Ia menjadikannya sebagai ruang untuk memperkenalkan sekaligus melestarikan bahasa dan sastra Bugis kepada generasi muda.


"Bahasa Bugis adalah bahasa ibu saya. Saya ingin memperkenalkan keindahan sastra Bugis kepada masyarakat luas agar generasi muda tidak melupakan akar budayanya," ujar Maria.


Siswi kelahiran Makassar, 29 April 2012 itu juga dikenal memiliki ketertarikan pada public speaking. Selain seni sastra, Maria menyukai mata pelajaran IPA dan Bahasa Inggris.


Kecintaannya terhadap seni tutur telah tumbuh sejak duduk di bangku sekolah dasar. Maria bahkan pernah meraih Juara I Lomba Puisi se-Kabupaten Bone dalam Festival Sastra.


Putri pasangan drh. Agusriady, M.Anim.Sc., ASN pada Dinas Peternakan, dan Andi Febrianti, S.H., ASN pada Dinas Koperasi, itu berharap keterlibatannya dalam Festival Gau’ Maraja dapat menginspirasi lebih banyak generasi muda untuk mengenal bahasa daerah.


Ia juga berharap generasi muda Sulawesi Selatan tidak hanya mengenal bahasa daerah sebagai bagian dari sejarah, tetapi turut menggunakannya dan mengembangkan karya-karya sastra berbasis budaya lokal.


Ke depan, Maria menyimpan harapan untuk kembali tampil dalam berbagai panggung seni, termasuk pada ajang bertaraf nasional hingga internasional.


Festival Gau’ Maraja Bone 2026 sendiri berlangsung pada 25–30 September 2026 dengan mengusung tema “Simfoni Lumbung Bone 2026, Merayakan Budaya dan Pangan.”


Tema tersebut menjadi bagian dari upaya mengangkat kembali kekayaan budaya, sejarah, tradisi, serta kehidupan agraris masyarakat Bone yang telah berkembang selama lebih dari enam abad.


Selama enam hari pelaksanaan, Festival Gau’ Maraja menghadirkan enam rangkaian subfestival yang tersebar di sembilan titik lokasi di Kabupaten Bone.


Beragam tradisi dan kesenian agraris turut ditampilkan, di antaranya Ritual Mapaddrekko berupa prosesi penumbukan lesung secara kolosal sebagai simbol rasa syukur atas hasil panen.


Selain itu, Pertunjukan Kolosal Lappo Ase menghadirkan ratusan penari lokal yang dipadukan dengan iringan musik etnik. Karnaval Budaya dan Pameran Pusaka juga menjadi ruang untuk memperkenalkan identitas serta kekayaan artefak sejarah masyarakat Bone.


Berbagai atraksi seni tradisional dari sejumlah kecamatan turut memeriahkan festival, termasuk Tari Pajjaga hingga tradisi bahari Malloro Lopi.


Di tengah kemegahan seluruh rangkaian tersebut, penampilan Maria Zikra menjadi salah satu potret keterlibatan generasi muda dalam menjaga agar bahasa, sastra dan budaya Bugis tetap hidup serta diwariskan kepada generasi berikutnya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berikan saran dan informasi