UJUNGPENAMEDIA.COM,BONE--Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) IAIN Bone terus berkomitmen meningkatkan kualitas kepemimpinan mahasiswa melalui kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa (PKM). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mencetak kader organisasi yang tidak hanya memiliki kemampuan memimpin, tetapi juga berkarakter, berintegritas, dan bertanggung jawab.
Sebanyak 52 mahasiswa yang merupakan delegasi dari seluruh organisasi kemahasiswaan (Ormawa) IAIN Bone mengikuti kegiatan tersebut. Sebelum memasuki tahap pelatihan yang berlangsung pada 3–6 November di Grand Nur, para peserta terlebih dahulu menjalani proses screening pada 1–2 November di Aula Utama IAIN Bone.
Presiden Mahasiswa IAIN Bone, Muhammad Farhan, mengatakan bahwa kualitas sebuah organisasi tidak semata-mata ditentukan oleh sosok yang sedang memimpin, tetapi juga oleh kemampuan organisasi dalam mempersiapkan generasi penerus.
Menurutnya, kaderisasi merupakan fondasi penting agar organisasi kemahasiswaan tetap berjalan dan tidak kehilangan arah ketika terjadi pergantian kepengurusan. Karena itu, mahasiswa perlu dibekali kemampuan kepemimpinan untuk menjalankan amanah organisasi dengan baik dan penuh tanggung jawab.
Farhan juga mengingatkan bahwa kepemimpinan bukanlah jalan untuk mengejar jabatan, kekuasaan, ataupun penghormatan. Sebaliknya, seorang pemimpin harus mampu menempatkan dirinya sebagai pelayan bagi orang-orang yang dipimpinnya.
Ia mengutip ungkapan Leiden is lijden, yang berarti memimpin adalah menderita. Filosofi tersebut, menurutnya, menggambarkan bahwa kepemimpinan selalu melekat dengan tanggung jawab, pengorbanan, dan kesiapan menghadapi berbagai konsekuensi.
"Kalau mau menjadi pemimpin untuk berkuasa, lebih baik tidak usah menjadi pemimpin. Kalau mau menjadi pemimpin hanya untuk dihormati, tidak usah menjadi pemimpin. Sebab, pemimpin itu adalah seorang pelayan," tegasnya.
Selain karakter dan tanggung jawab, Farhan turut menekankan pentingnya literasi dan kemampuan komunikasi sebagai modal utama seorang pemimpin. Seorang pemimpin, katanya, harus mampu menuangkan gagasan melalui tulisan sekaligus menyampaikan pemikiran secara baik di hadapan publik.
"Kalau ingin menjadi pemimpin besar, menulislah seperti wartawan dan berbicaralah seperti orator," ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa PKM merupakan agenda tahunan yang melibatkan delegasi dari berbagai Ormawa IAIN Bone. Tingginya antusiasme peserta menjadi gambaran semangat mahasiswa untuk terus mengembangkan kapasitas dan kemampuan diri, tidak hanya melalui pembelajaran di ruang perkuliahan, tetapi juga lewat pengalaman berorganisasi.
Farhan berharap pelatihan tersebut tidak sekadar menjadi ruang penyampaian materi, melainkan mampu melahirkan perubahan nyata dalam pola pikir dan tindakan peserta, khususnya ketika menjalankan peran di organisasi maupun di tengah masyarakat.
Ia juga mengajak generasi muda untuk tidak hanya menjadi penonton dalam setiap perubahan, tetapi berani mengambil bagian dan memperjuangkan masa depan.
"Anak muda seperti kita adalah generasi dan calon pemimpin masa depan. Kita punya tanggung jawab untuk mempersiapkan diri dan mengambil peran. Jangan sampai kita hanya menjadi generasi yang menyaksikan perubahan tanpa ikut memperjuangkannya. Anak muda seperti kita tidak layak mati dalam kasur," tutup Farhan.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Berikan saran dan informasi