,

Tanpa Emas di MTQ Sulsel 2026, Bone Siapkan Evaluasi Besar

Tim Redaksi
19 Apr 2026, 4/19/2026 WIB Last Updated 2026-04-20T01:25:26Z



UJUNGPENAMEDIA.COM,BONE — Perhelatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXIV tingkat Provinsi Sulawesi Selatan yang digelar di Kabupaten Maros resmi ditutup pada Sabtu malam (19/4/2026). Penutupan berlangsung meriah di Lapangan Pallantikang Maros dan dihadiri tokoh penting serta ribuan masyarakat.


Pada ajang tersebut, kafilah Kabupaten Bone belum berhasil meraih medali emas. Hasil ini menjadi bahan evaluasi serius bagi pembinaan tilawatil Qur’an di daerah berjuluk Bumi Arung Palakka itu.


Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bone, Muhammad Subhan, menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi atas capaian para peserta meskipun belum memenuhi target.


“Alhamdulillah, capaian ini patut kita syukuri. Ini bukan hanya tentang juara, tetapi bagaimana proses pembinaan melahirkan generasi yang mencintai dan mengamalkan Al-Qur’an. Kami berharap ke depan prestasi ini terus meningkat dan menjadi motivasi bagi kafilah lainnya,” ujarnya, Senin (20/4/2026).


Subhan mengungkapkan, masih ada sejumlah cabang lomba yang tidak diikuti oleh Bone. Hal tersebut disebabkan belum optimalnya proses seleksi di tingkat kabupaten.


Ia menekankan pentingnya pelaksanaan seleksi lebih awal melalui MTQ tingkat kabupaten sebagai langkah strategis untuk meningkatkan prestasi, disertai dukungan kebijakan anggaran daerah.


“Perlu dilakukan seleksi lebih dini melalui MTQ kabupaten. Dukungan anggaran juga sangat dibutuhkan untuk pembinaan berkelanjutan,” tegasnya.


Sebelumnya, Kabupaten Bone dikenal sebagai langganan peraih medali emas pada ajang MTQ tingkat provinsi. Pada MTQ ke-32 tahun 2022, Bone yang menjadi tuan rumah berhasil keluar sebagai juara umum dengan raihan 18 emas, 5 perak, dan 1 perunggu.


Namun, tren tersebut mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Pada MTQ 2024 di Kabupaten Takalar, Bone berada di peringkat kedelapan dengan perolehan 1 emas, 3 perak, dan 1 perunggu.


Sementara pada MTQ XXXIV tahun 2026 di Maros, kafilah Bone hanya mampu meraih 2 medali perak serta sejumlah posisi harapan tanpa satu pun medali emas.


Sejumlah faktor disebut menjadi penyebab penurunan tersebut, di antaranya belum adanya seleksi berjenjang di tingkat kabupaten serta adanya putra-putri terbaik Bone yang memperkuat daerah lain.


Hasil ini diharapkan menjadi momentum evaluasi menyeluruh bagi seluruh pemangku kepentingan guna mengembalikan kejayaan Bone pada ajang MTQ di masa mendatang. (*)