,

Wabup Bone Buka PBK Koperasi Merah Putih 2026, Dorong SDM Unggul dan UMKM Naik Kelas

Tim Redaksi
12 Apr 2026, 4/12/2026 WIB Last Updated 2026-04-13T04:10:48Z

UJUNGPENAMEDIA.COM,BONE--Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin, secara resmi membuka Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Tahun 2026 di Gedung PKK Watampone, Senin (13/4/2026).


Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama Pemerintah Kabupaten Bone dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Bantaeng dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya di sektor koperasi dan UMKM.


Pelatihan tersebut diikuti perwakilan dari 27 kecamatan se-Kabupaten Bone. Turut hadir Kepala BPVP Bantaeng, Arsyad, Sekretaris Dinas Koperasi dan UMKM Bone, serta sejumlah tamu undangan lainnya.


Dalam sambutannya, Arsyad menegaskan bahwa program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih merupakan bagian dari komitmen Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia dalam mendukung program strategis nasional.


“Pelaksanaan program ini harus kita sukseskan bersama antara BPVP Bantaeng dan Pemerintah Kabupaten Bone. Kami meyakini Bone menjadi tumpuan besar dalam wilayah kerja kami,” ujarnya.


Ia juga menambahkan, keberadaan BPVP Bantaeng tidak hanya melayani wilayah administratifnya, tetapi turut memperkuat SDM di daerah lain, termasuk Kabupaten Bone.


“Meskipun secara administratif berada di Bantaeng, balai ini pada hakikatnya adalah milik masyarakat Bone juga. Kami hadir membawa tanggung jawab untuk meningkatkan kualitas SDM, termasuk melalui program baru Talent Hub yang sedang dirancang,” tambahnya.


Sementara itu, Andi Akmal Pasluddin menyampaikan apresiasi atas konsistensi BPVP Bantaeng dalam menghadirkan berbagai program pelatihan bagi masyarakat. Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja.


“Kami memberikan apresiasi kepada BPVP Bantaeng yang selama ini konsisten memberikan pelatihan bagi masyarakat. Program nasional tentu membutuhkan dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah,” ungkapnya.


Ia juga menegaskan kesiapan Pemerintah Kabupaten Bone untuk terus berkolaborasi dan menyediakan dukungan fasilitas demi keberhasilan program pelatihan ke depan.


“Kami sangat siap untuk berkolaborasi dan bersinergi. Pemerintah daerah memiliki tempat, sementara pemerintah pusat memiliki program dan anggaran. Ini harus berjalan seiring sebagai satu kesatuan,” tegasnya.


Menurutnya, dengan jumlah penduduk yang besar, Kabupaten Bone memiliki potensi strategis dalam pengembangan SDM di Sulawesi Selatan. Karena itu, pelatihan berbasis kompetensi menjadi langkah penting dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat serta peningkatan daya saing UMKM. (*)