UJUNGPENAMEDIA.COM,MAKASSAR --Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengajak seluruh masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul kondisi musim kemarau yang semakin menguat dan meningkatnya risiko kebakaran di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan.
Sejumlah kejadian kebakaran telah terjadi di wilayah Sulsel. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebelumnya melaporkan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Tana Toraja dengan luas area terdampak sekitar 15 hektare.
Penanganan kebakaran juga dilakukan tim gabungan TNI-Polri, pemadam kebakaran (Damkar), Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), serta Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) di kawasan Gunung Enrekang, Kabupaten Enrekang, dan wilayah Malino, Kabupaten Gowa.
Gubernur Andi Sudirman mengapresiasi langkah cepat seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan kebakaran tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa upaya pencegahan merupakan tanggung jawab bersama.
“Ayo warga kami tercinta, bersama-sama menjaga lingkungan sekitar serta mencegah dari kebakaran pada daerah dengan kerawanan tinggi,” ajaknya.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, termasuk membakar lahan secara sembarangan maupun membuang benda yang dapat menjadi sumber api.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah, aparat, petugas pemadam, dan masyarakat sangat penting untuk mencegah kebakaran meluas, terlebih di tengah kondisi kemarau dan El Nino yang meningkatkan risiko kebakaran.
“Mari kita jaga lingkungan kita bersama. Pencegahan lebih baik daripada kita harus menghadapi dampak kebakaran yang lebih besar,” ujarnya.
Diketahui, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut kondisi El Nino saat ini berada pada kategori kuat. Sementara itu, puncak musim kemarau 2026 diprediksi terjadi pada Agustus. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan.
Untuk wilayah Sulawesi Selatan, BMKG juga telah memasukkan sejumlah daerah dalam peringatan dini kekeringan meteorologis. Kondisi yang semakin kering membuat vegetasi dan lahan lebih rentan terbakar.
Kepala DLHK Sulsel Kasman mengatakan penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh unsur, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, sektor swasta hingga masyarakat.
“Semua unsur terkait, baik itu pemerintah pusat, kemudian dari pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, termasuk keterlibatan semua sektor swasta,” kata Kasman.
Ia menjelaskan, sejumlah lokasi yang sebelumnya mengalami kebakaran telah berhasil dipadamkan melalui kerja sama berbagai pihak. Tim di lapangan juga terus melakukan pemantauan dan evaluasi untuk memastikan kondisi tetap terkendali, sekaligus mendata luasan area yang terdampak.
“Alhamdulillah, titik-titik tersebut sudah padam dan teman-teman sementara melakukan monitoring dan evaluasi, termasuk mengevaluasi luasan yang terbakar serta melakukan edukasi kepada masyarakat,” ujarnya.
Dalam proses pemadaman, pemerintah juga mendapat dukungan dari kelompok tani dan masyarakat yang turut membantu petugas di lapangan.
“Kemarin juga kita dibantu oleh kelompok-kelompok tani masyarakat untuk melakukan pemadaman di lapangan,” pungkas Kasman. (*)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Berikan saran dan informasi