Pengikut

Translate

,

Pimpin Apel Besar ,Bupati Bone Dorong Pramuka Jadi Penggerak Ketahanan Pangan

Tim Redaksi
13 Agu 2026, 8/13/2026 WIB Last Updated 2026-08-14T06:20:13Z

UJUNGPENAMEDIA.COM,BONE--Lapangan Maroanging, Kecamatan Sibulue, Kabupaten Bone, menjadi saksi semangat ratusan anggota Pramuka dalam Apel Besar Hari Pramuka, Jumat (14/8/2026).


Memimpin langsung apel tersebut, Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM menegaskan bahwa gerakan Pramuka bukan sekadar kegiatan ekstrakurikuler, tetapi wadah penting dalam membentuk generasi yang berkarakter, disiplin dan memiliki jiwa kepemimpinan.


Andi Asman mengaku bersyukur seluruh rangkaian kegiatan Hari Pramuka dapat berlangsung lancar sesuai rencana.


“Alhamdulillah, telah melaksanakan sesuai dengan rencananya. Lancar pelaksanaannya,” ujar Andi Asman.


Menurutnya, keberadaan bumi perkemahan dan lapangan umum diharapkan tidak hanya menjadi ruang berkegiatan, tetapi juga menjadi tempat lahirnya generasi Bone yang tangguh.


“Harapan kita melahirkan generasi ke depannya, yaitu Pramuka yang ada, Pramuka yang hebat, berdisiplin, berkarakter, berjiwa pemimpin,” katanya.


Ia menekankan, pembentukan karakter anggota Pramuka harus berlandaskan nilai-nilai Dasadharma. Sepuluh nilai tersebut, kata dia, tidak boleh sekadar dihafalkan untuk keperluan kegiatan, tetapi harus dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.


“Yang sepuluh itu harus dibaca ulang-ulang dan dihafal berulang-ulang. Tidak terlalu banyak. Dihafal dan dihayati, kemudian tahu maknanya dari satu sampai sepuluh,” tuturnya.


Bupati Bone juga mengapresiasi pelaksanaan Hari Pramuka di Kecamatan Sibulue yang dinilainya berlangsung dengan baik dan cukup siap.


Ia menyampaikan terima kasih kepada Camat Sibulue beserta jajaran Forkopimcam, para pembina, Mabikas serta seluruh anggota Pramuka yang telah membangun komunikasi dan kerja sama selama pelaksanaan kegiatan.


“Pelaksanaannya cukup siap dan mungkin di antaranya terbaik,” ungkapnya.


Pramuka Didorong Belajar Bercocok Tanam


Selain penguatan karakter, Andi Asman membawa pesan penting lainnya dalam momentum Hari Pramuka tahun ini, yakni menjadikan gerakan Pramuka sebagai bagian dari upaya membangun ketahanan pangan.


Mengusung semangat Pramuka Membangun Ketahanan Pangan, ia berharap gerakan tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Program itu harus dapat didelegasikan hingga tingkat desa, dusun, kelompok tani dan kelompok wanita tani.


“Itu harus kita delegasikan sampai ke tingkat desa dan kelurahan. Bekerja sama desa dan kecamatan sampai ke tingkat dusun dan kelompok tani dan kelompok wanita tani yang ada di desa-desa ini,” jelasnya.


Menurutnya, pendidikan mengenai ketahanan pangan dapat dimulai dari lingkungan sekolah melalui kegiatan ekstrakurikuler Pramuka.


Ia mendorong agar para anggota Pramuka yang kembali ke sekolah mulai dikenalkan dengan kegiatan bercocok tanam. Dengan begitu, para pelajar tidak hanya mengetahui bahan pangan yang mereka konsumsi, tetapi juga memahami proses tanaman tersebut tumbuh dan menghasilkan pangan.


“Adik-adik Pramuka setelah berpramuka kembali ke sekolah, kita konsentrasi bagaimana agar peran ekstrakurikulernya itu belajar tentang bercocok tanam,” katanya.


Andi Asman memberikan gambaran sederhana mengenai pentingnya mengenalkan tanaman pangan kepada anak sejak dini.


“Jangan cuma hanya makan tomat, pohonnya tidak tahu. Makan cabai, pohonnya tidak tahu. Makan terong, pohonnya tidak tahu,” ujarnya.


Karena itu, ia mengajak para pelajar untuk belajar menanam berbagai tanaman pangan, seperti terong, cabai dan tomat.


“Jadi harus kita kenali dia dengan sejak awal dengan menanam terong, menanam cabai, menanam tomat. Itu yang kita harapkan,” sambungnya.


Pesan tersebut memperlihatkan dua fokus yang ingin dibangun melalui gerakan Pramuka di Bone, yakni pembentukan karakter generasi muda dan penguatan kemandirian pangan.


Pramuka diharapkan tidak hanya melahirkan generasi yang disiplin dan memiliki jiwa kepemimpinan, tetapi juga anak-anak muda yang mengenal lingkungan serta memiliki keterampilan praktis dalam kehidupan sehari-hari.


Dari Lapangan Maroanging, semangat itu kembali ditegaskan: membentuk generasi berkarakter melalui Dasadharma sekaligus menanamkan kesadaran tentang pentingnya bercocok tanam dan menjaga ketahanan pangan.


Sebab, bagi generasi masa depan, mengenal pangan bukan hanya mengetahui apa yang dikonsumsi, tetapi juga memahami bagaimana pangan tersebut tumbuh, dirawat dan dihasilkan.


Dari tangan anak-anak Pramuka yang belajar menanam hari ini, diharapkan tumbuh generasi Bone yang lebih mandiri, berkarakter dan siap menjaga ketahanan pangan daerah di masa mendatang. (*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berikan saran dan informasi