UJUNGPENAMEDIA.COM,MAKASSAR --Tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) Universitas Hasanuddin (Unhas) mengembangkan inovasi teknologi penghantaran obat melalui Cationic Nanoparticle Extended Dissolving Implant (CNEX) sebagai pendekatan baru dalam penghantaran sodium divalproex (DVP) untuk terapi gangguan bipolar.
Tim tersebut diketuai Brigita Candra Tika, bersama anggota Annisa Nur Mutmainnah, Nur Azizah, Findika Affandi, dan Nurqalby Putri Mulyani. Penelitian ini berada di bawah bimbingan Apt. Alghifary Anas Achmad, S.Si., M.Si.
Pengembangan CNEX merupakan bagian dari keikutsertaan Unhas dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Riset Eksakta, yang menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan penelitian dan inovasi di bidang sains dan kesehatan.
Penelitian CNEX dilaksanakan pada Mei hingga Agustus 2026 di laboratorium Universitas Hasanuddin, Makassar. Tahapan penelitian mencakup pengembangan formulasi, pembuatan nanopartikel, hingga pengembangan sistem implan sebagai pembawa sodium divalproex.
CNEX dirancang sebagai sistem implan yang berfungsi menghantarkan sodium divalproex, salah satu obat yang digunakan dalam terapi gangguan bipolar. Kondisi tersebut ditandai perubahan episode suasana hati, seperti mania atau hipomania dan depresi, sehingga membutuhkan pengobatan yang konsisten dalam jangka panjang.
Dalam terapi menggunakan sodium divalproex, terdapat sejumlah tantangan yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah tingginya ikatan obat dengan protein plasma yang dapat memengaruhi jumlah obat bebas yang tersedia untuk didistribusikan ke jaringan.
Selain itu, penggunaan obat dalam jangka panjang juga membutuhkan kepatuhan pasien. Pemberian obat secara oral dapat menyebabkan fluktuasi kadar obat dalam tubuh akibat proses absorpsi, distribusi, metabolisme, dan eliminasi.
Berangkat dari tantangan tersebut, tim PKM-RE Unhas mengembangkan CNEX sebagai sistem penghantaran obat yang diharapkan mampu memberikan pelepasan secara bertahap dalam periode yang lebih panjang.
Pendekatan tersebut ditujukan untuk membantu mempertahankan paparan obat yang lebih stabil sekaligus berpotensi mengurangi kebutuhan pemberian obat secara berulang.
Dalam proses pengembangannya, sodium divalproex dimuat ke dalam nanopartikel kationik berbasis kitosan. Nanopartikel tersebut kemudian menjadi bagian dari sistem implan yang dirancang untuk melepaskan obat secara bertahap melalui mekanisme pelepasan terkendali setelah berada di dalam tubuh.
CNEX juga mengusung pendekatan adsorptive-mediated transcytosis (AMT) untuk mendukung penghantaran nanopartikel. Permukaan nanopartikel yang memiliki muatan positif dapat berinteraksi dengan komponen bermuatan negatif pada permukaan sel.
Interaksi tersebut dapat memicu proses adsorpsi dan mendukung masuknya nanopartikel melalui mekanisme transitosis, sehingga memungkinkan transportasi nanopartikel melewati lapisan sel.
Ketua tim PKM-RE Unhas, Brigita Candra Tika, mengatakan pengembangan CNEX berangkat dari keinginan menghadirkan pendekatan penghantaran obat yang dapat menjawab tantangan terapi jangka panjang pada gangguan bipolar.
“Kami berharap CNEX dapat menjadi inovasi penghantaran obat yang menawarkan pelepasan terkendali dan terus dikembangkan melalui penelitian lebih lanjut,” ujar Brigita.
Penelitian tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam pengembangan sistem penghantaran sodium divalproex yang inovatif. Selain itu, CNEX membuka peluang untuk penelitian lanjutan, khususnya dalam mengkaji efektivitas, keamanan, serta profil pelepasan obat secara lebih mendalam.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Berikan saran dan informasi