UJUNGPENAMEDIA.COM,MAKASSAR -- Mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) melalui KKN-T Prestasi Gelombang 116 menghadirkan inovasi pemetaan visual untuk mendukung pengembangan Kampung Herbal Harmony di RT 009/RW 006, Kelurahan Berua, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar.
Program kerja individu tersebut digagas Muh. Akbar, mahasiswa Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Unhas, dengan menghadirkan peta visual yang memuat kondisi kawasan, pembagian zona, fasilitas pendukung, hingga potensi tanaman herbal yang dibudidayakan masyarakat.
Pemetaan ini dilakukan untuk menyediakan media informasi kawasan yang lebih menarik, informatif, dan mudah dipahami. Sebelumnya, informasi mengenai kondisi dan program kawasan lebih banyak disampaikan melalui laporan tertulis maupun data tekstual.
Melalui pendekatan ilustratif-tematik, Muh. Akbar memadukan unsur kartografi dengan desain grafis dalam peta tersebut. Informasi yang ditampilkan meliputi blok bangunan, jaringan jalan, zona kawasan, ikon, foto dokumentasi, serta legenda.
Kampung Herbal Harmony sendiri dikembangkan sebagai konsep permukiman yang sehat, hijau, dan produktif dengan mengintegrasikan budidaya tanaman herbal, prinsip zero waste, serta urban farming. Pemanfaatannya dilakukan melalui pekarangan rumah warga maupun ruang kosong di sepanjang jalan lingkungan.
Dalam peta visual, kawasan dibagi menjadi sembilan zona berdasarkan ruas jalan. Setiap zona menggunakan nama bertema kesehatan, yakni Jalan Respiria, Imunitas, Hepatia, Lipidia, Feminia, Digestia, Glycemia, Pediatria, dan Vaskulia.
Peta tersebut juga dilengkapi Herbacode, yakni sistem legenda yang memuat daftar tanaman obat keluarga pada masing-masing zona. Dengan sistem ini, warga dan pengunjung dapat mengetahui jenis serta potensi tanaman herbal yang terdapat di setiap ruas kawasan.
Selain tanaman herbal, peta turut menunjukkan sejumlah fasilitas pendukung Kampung Herbal Harmony, seperti Teba atau lubang pengolahan sampah organik, Etalase Obat, Pojok Jamu, Urban Farming, Zona Edukasi, Rumah Bibit, Tabungan Sampah Botol, Budidaya Maggot, Tempat Sampah Pilah, dan Ember Tumpuk.
Proses penyusunan peta dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari penentuan wilayah dan tujuan pemetaan, koordinasi dengan pengurus RT/RW, observasi lapangan, wawancara warga, dokumentasi fasilitas, hingga pendataan tanaman herbal.
Data yang diperoleh kemudian diolah menggunakan ArcGIS Pro untuk kebutuhan data spasial dan citra dasar kawasan. Hasil pemetaan selanjutnya diverifikasi bersama pengurus RT/RW dan warga guna memastikan kesesuaian informasi mengenai zona, fasilitas, serta tanaman herbal.
Muh. Akbar mengatakan, peta tersebut diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai penunjuk lokasi, tetapi juga menjadi media komunikasi visual bagi masyarakat.
“Peta Visual Kampung Harmony hadir sebagai media komunikasi visual yang memetakan konsep Kampung Herbal Harmony, yaitu kawasan permukiman sehat, hijau, dan produktif,” ujar Muh. Akbar.
Program ini menghasilkan peta visual dalam bentuk cetak dan digital, data sebaran tanaman herbal berdasarkan zona atau Herbacode, dokumentasi proses pemetaan, serta buku panduan sebagai dokumen pendamping.
Kehadiran peta visual tersebut diharapkan dapat menjadi media edukasi, promosi, dokumentasi, sekaligus identitas kawasan. Program ini juga mendukung lima pilar Kampung Herbal Harmony, yakni Kampung Herbal, Zero Waste, Urban Farming, Edukasi dan Kesehatan, serta Ekonomi Kreatif.
Dengan penyajian informasi yang lebih visual dan komunikatif, Pemetaan Visual Kampung Herbal Harmony diharapkan membantu masyarakat mengenali potensi lingkungannya sekaligus mendukung pengembangan kawasan permukiman yang sehat, hijau, produktif, dan berkelanjutan.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Berikan saran dan informasi