UJUNGPENAMEDIA.COM,BONE-- Tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) Universitas Muhammadiyah Bone menggelar Focus Group Discussion (FGD) di UPT SMP Negeri 1 Kahu, Kabupaten Bone.
Kegiatan tersebut menjadi ruang diskusi untuk memperkuat pemahaman sekaligus merumuskan strategi pencegahan terhadap berbagai risiko digital dan paparan perjudian daring di kalangan remaja.
FGD mengangkat hasil penelitian tim berjudul “Sindrom Risiko Digital Terselubung dan Jebakan Perjudian Daring: Orkestrasi Nilai Lempu, Getteng, Siri na Pacce dalam Mengatasi Krisis Moral Remaja.”
Penelitian ini berupaya mengidentifikasi berbagai bentuk risiko digital yang dapat berkembang secara tersembunyi pada remaja. Selain itu, tim mengkaji bagaimana nilai-nilai kearifan lokal Bugis dapat menjadi landasan dalam memperkuat karakter remaja untuk menghadapi ancaman perjudian daring.
Dalam pemaparan hasil penelitian, mahasiswa menjelaskan pola risiko digital, faktor yang dapat mendorong remaja terjerumus dalam perjudian daring, serta pentingnya penguatan karakter agar remaja mampu mengenali, menolak, dan menghindari berbagai jebakan di ruang digital.
Diskusi berlangsung interaktif dengan melibatkan perwakilan sekolah menengah pertama di Kecamatan Kahu. Para peserta berbagi pengalaman terkait kondisi remaja di lingkungan sekolah, pola penggunaan media digital, tantangan pengawasan, hingga pendekatan yang dinilai efektif untuk memperkuat literasi digital dan karakter peserta didik.
Ketua Tim PKM-RSH, A.M. Mahfud, mengatakan FGD menjadi momentum penting untuk menguji sekaligus memperkaya hasil penelitian melalui perspektif praktisi pendidikan.
“Kami tidak ingin penelitian ini berhenti pada data dan angka. Melalui FGD ini, kami ingin mendengarkan langsung pengalaman dan pandangan pihak sekolah sehingga hasil penelitian dapat benar-benar menggambarkan kondisi remaja di lapangan,” ujar Mahfud.
Ia menjelaskan, nilai lempu, getteng, siri na pacce tidak ditempatkan sekadar sebagai konsep budaya, tetapi diupayakan menjadi kekuatan karakter dalam menghadapi risiko digital dan perjudian daring.
Sementara itu, anggota tim, Sartika, menilai fenomena perjudian daring perlu dipahami secara lebih luas. Menurutnya, paparan terhadap perjudian tidak selalu langsung terlihat dalam bentuk aktivitas berjudi.
Risiko tersebut dapat berkembang melalui konten digital, iklan, lingkungan pertemanan hingga proses normalisasi perjudian di ruang digital.
“Remaja bisa terpapar konten atau lingkungan digital yang secara perlahan membentuk persepsi bahwa perjudian merupakan sesuatu yang biasa. Karena itu, intervensi tidak cukup hanya dengan memberikan larangan, tetapi perlu membangun kesadaran dari dalam diri remaja melalui nilai, refleksi, dan kemampuan mengambil keputusan,” jelas Sartika.
Kegiatan tersebut turut dihadiri dosen pendamping, Dr. A. M. Irfan Taufan Asfar, M.T., M.Pd. Ia memberikan penguatan terhadap proses diskusi sekaligus penyempurnaan hasil penelitian.
Menurutnya, FGD memiliki peran penting dalam penelitian sosial karena tidak hanya mengandalkan data kuantitatif, tetapi juga membutuhkan pemahaman terhadap konteks sosial dan pengalaman pihak yang berhadapan langsung dengan persoalan tersebut.
“Masukan dari sekolah menjadi bahan penting bagi tim untuk mempertajam interpretasi hasil penelitian sekaligus memastikan bahwa rekomendasi yang dihasilkan tetap kontekstual dengan kondisi remaja di Kabupaten Bone,” ungkapnya.
Tim PKM-RSH menilai keterlibatan sekolah dalam FGD menjadi langkah penting dalam membangun kolaborasi antara mahasiswa, perguruan tinggi, dan satuan pendidikan untuk merespons tantangan moral remaja di era digital.
Pendekatan berbasis kearifan lokal dinilai dapat melengkapi strategi literasi digital yang selama ini lebih banyak berfokus pada aspek teknis penggunaan teknologi.
Nilai lempu yang merepresentasikan kejujuran, getteng yang menekankan keteguhan prinsip, serta siri na pacce yang berkaitan dengan harga diri, empati, dan kepedulian sosial, diharapkan dapat menjadi fondasi pembentukan karakter remaja.
Melalui FGD tersebut, tim berharap hasil penelitian dapat semakin tajam dan melahirkan rekomendasi yang aplikatif bagi sekolah, keluarga, maupun lingkungan sosial dalam mencegah perjudian daring dan berbagai ancaman digital lainnya.
Tim PKM-RSH Universitas Muhammadiyah Bone juga berkomitmen terus mengembangkan penelitian melalui penguatan data, analisis, serta masukan dari berbagai pemangku kepentingan agar hasil penelitian tidak hanya memberikan kontribusi akademik, tetapi juga manfaat nyata bagi perlindungan dan penguatan karakter remaja.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Berikan saran dan informasi