UJUNGPENAMEDIA.COM,BONE --Mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unim) Bone menghadirkan inovasi pembelajaran matematika melalui ReccaMath-AR, model pembelajaran yang memadukan konsep etnomatematika Songkok Recca dengan teknologi Augmented Reality (AR) dalam pembelajaran geometri.
Inovasi tersebut diperkenalkan dalam Seminar dan Expo bertajuk “Sinergi Kreativitas, Inovasi dan Kewirausahaan Mahasiswa Berbasis Potensi Lokal dalam Mewujudkan Kampus Berdampak dan Mendukung Indonesia Emas 2045” yang digelar pada 5–6 Agustus 2026 di Gedung Auditorium Universitas Muhammadiyah Bone.
ReccaMath-AR dikembangkan melalui Program Kreativitas Mahasiswa Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) Tahun 2026 sebagai respons terhadap kebutuhan pembelajaran matematika yang mampu mengintegrasikan kehidupan peserta didik, potensi budaya lokal, serta perkembangan teknologi digital.
Model tersebut menghubungkan konsep geometri dengan aspek matematis yang terdapat pada motif dan bentuk Songkok Recca. Teknologi AR kemudian dimanfaatkan untuk membantu memvisualisasikan konsep matematika secara lebih konkret, interaktif, dan mudah dipahami.
Pengembangan ReccaMath-AR tidak hanya berorientasi pada inovasi pembelajaran, tetapi juga menjadikan budaya lokal sebagai bagian dari sumber belajar. Melalui pendekatan etnomatematika, Songkok Recca dihadirkan sebagai objek pembelajaran yang memiliki keterkaitan dengan lingkungan sosial dan budaya peserta didik.
Ketua Tim ReccaMath-AR, Ainun Adelia, mengatakan inovasi tersebut berupaya mempertemukan pembelajaran matematika, teknologi, dan budaya lokal dalam pengalaman belajar yang relevan.
“Melalui ReccaMath-AR, kami ingin menghubungkan konsep geometri dengan budaya lokal sehingga peserta didik tidak hanya memahami matematika secara konseptual, tetapi juga dapat melihat keterkaitannya dengan lingkungan budaya mereka. Pemanfaatan Augmented Reality menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman belajar yang lebih kontekstual, interaktif, dan bermakna,” ujar Ainun Adelia.
Keikutsertaan dalam Seminar dan Expo menjadi kesempatan bagi Tim ReccaMath-AR untuk mempresentasikan proses dan hasil pengembangan inovasi kepada sivitas akademika sekaligus memperkenalkan potensi budaya lokal dalam pembelajaran.
Pada kesempatan tersebut, Tim ReccaMath-AR juga berhasil meraih penghargaan sebagai Tim PKM-RSH Terbaik. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas pelaksanaan program dan inovasi yang dikembangkan.
Pelaksanaan program mendapat dukungan dari berbagai pihak. Tim ReccaMath-AR menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, pimpinan Universitas Muhammadiyah Bone, dosen, serta seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan penelitian.
Apresiasi khusus juga disampaikan kepada dosen pendamping, Dr. A. M. Irfan Taufan Asfar, M.T., M.Pd., serta Tim Epicentrum yang dipimpin Dr. A. M. Iqbal Akbar Asfar, M.T., M.Pd., beserta seluruh jajarannya atas bimbingan dan pendampingan sejak penyusunan proposal hingga pelaksanaan program.
Dukungan juga diberikan Kepala SMP Negeri 3 Kahu dan Kepala SMP Negeri 4 Kahu yang telah memberikan kesempatan kepada tim untuk melaksanakan penelitian dan uji coba ReccaMath-AR di lingkungan sekolah.
Melalui inovasi tersebut, Tim ReccaMath-AR berharap hasil penelitian dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan pembelajaran matematika berbasis etnomatematika dan teknologi digital. Lebih jauh, ReccaMath-AR diharapkan turut memperkenalkan dan melestarikan Songkok Recca sebagai warisan budaya Bugis Bone melalui pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Berikan saran dan informasi