Pengikut

Translate

,

Tutup MTQ Korpri Nasional 2026, Wabup Bone Tekankan ASN Harus Hidupkan Nilai Al-Qur’an

Tim Redaksi
29 Agu 2026, 8/29/2026 WIB Last Updated 2026-08-30T02:38:23Z


UJUNGPENAMEDIA.COM,PANGKEP --Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M., menghadiri penutupan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) VIII Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Tingkat Nasional 2026 yang berlangsung di Alun-Alun Citra Mas Pangkep, Sabtu (29/8/2026).


Momentum penutupan MTQ tersebut menjadi refleksi bagi seluruh aparatur sipil negara (ASN) agar tidak menjadikan Al-Qur’an sebatas bacaan maupun hafalan, tetapi mampu mengimplementasikan nilai-nilainya dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.


Andi Akmal menegaskan, nilai-nilai Al-Qur’an harus tercermin dalam sikap dan perilaku ASN, terutama melalui integritas, kejujuran, tanggung jawab, serta komitmen memberikan pelayanan terbaik.


“ASN jangan hanya pandai membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi harus mampu menghidupkan nilai-nilainya dalam pekerjaan. Integritas, kejujuran, tanggung jawab, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat harus menjadi bukti nyata,” tegas Andi Akmal.


Penutupan MTQ VIII Korpri Nasional 2026 turut dihadiri Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi, Ketua Umum Dewan Pengurus Korpri Nasional sekaligus Kepala BKN Zudan Arif Fakhrulloh, serta para pejabat dan kafilah dari berbagai daerah di Indonesia.


Berdasarkan keputusan Dewan Hakim yang dibacakan pada malam penutupan, Kafilah Provinsi Sumatera Barat berhasil mempertahankan gelar Juara Umum MTQ VIII Korpri Nasional 2026.


Prestasi tersebut sekaligus mencatatkan hattrick bagi Sumatera Barat setelah tiga kali berturut-turut meraih gelar juara umum. Sementara tuan rumah Sulawesi Selatan berhasil menempati posisi Juara Umum II.


MTQ Korpri VIII Nasional 2026 digelar selama enam hari, 24-29 Agustus 2026, dan diikuti 1.157 peserta ASN dari 38 provinsi serta kementerian dan lembaga.

ASN Diminta Jadi Solusi bagi Masyarakat

Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam sambutannya menegaskan bahwa berakhirnya kompetisi MTQ bukan berarti berakhir pula tugas para peserta dalam mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an.


Menurutnya, kedekatan seseorang dengan Al-Qur’an memiliki tingkatan, mulai dari membaca, menghafal, hingga mencapai tahap living Quran, yakni menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an tercermin dalam setiap tindakan dan perilaku.


“Jadilah sebagai penjernih, bukan pengeruh, jadilah penghubung, bukan pemisah, jadilah moderator, bukan provokator, jadilah problem solver, bukan problemator, jadilah penyuluh, bukan perusuh,” ujar Nasaruddin.


Menag juga mengingatkan ASN agar mampu menghadirkan pelayanan publik yang mudah, cepat, dan tidak mempersulit masyarakat. Aparatur negara harus menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.


Ia menilai MTQ Korpri bukan sekadar ajang perlombaan membaca dan menghafal Al-Qur’an, melainkan sarana membentuk karakter ASN yang berintegritas dan berakhlak mulia.


Tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini, mulai dari bencana alam, perubahan iklim hingga berbagai persoalan sosial, membutuhkan aparatur yang cerdas, responsif dan mampu mencari solusi.


“Ini tantangan kita sebagai ASN bagaimana berpikir cerdas menyelesaikan persoalan warga masyarakat kita yang menjadi sasaran pengabdian kita,” tegasnya.

Sulsel Apresiasi Peserta MTQ

Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, panitia, dewan hakim, dan seluruh pihak yang telah menyukseskan pelaksanaan MTQ VIII Korpri Tingkat Nasional 2026.


Menurutnya, MTQ menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus membangun karakter ASN yang unggul, profesional, berintegritas, dan berakhlak mulia.


Hal senada disampaikan Ketua Umum Dewan Pengurus Korpri Nasional sekaligus Kepala BKN Zudan Arif Fakhrulloh. Ia mengajak seluruh ASN untuk terus menggelorakan dan membumikan nilai-nilai Al-Qur’an di lingkungan keluarga, birokrasi, pemerintahan, maupun masyarakat.


Andi Akmal Pasluddin menilai pesan Menteri Agama tersebut sangat relevan dengan tuntutan birokrasi saat ini. Ia berharap semangat MTQ tidak berhenti setelah kegiatan ditutup, tetapi terus dibawa para peserta ke daerah dan instansi masing-masing.


“Yang paling penting bukan hanya prestasi saat MTQ, tetapi bagaimana nilai Al-Qur’an benar-benar hidup dalam birokrasi. ASN harus menjadi pelayan masyarakat yang jujur, berintegritas, dan mampu memberikan solusi,” pungkasnya.


MTQ VIII Korpri Tingkat Nasional 2026 resmi ditutup dengan penutupan lembaran replika Mushaf Al-Qur’an raksasa.


Kompetisi telah berakhir, namun semangat membaca, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an diharapkan terus hidup dalam birokrasi serta pelayanan publik di seluruh Indonesia. (*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berikan saran dan informasi