Pengikut

Translate

,

Wabup Bone Buka Vorcea 2026, 31 Kontingen PMR Se-Sulsel Siap Unjuk Kemampuan

Tim Redaksi
7 Sep 2026, 9/07/2026 WIB Last Updated 2026-09-08T06:11:21Z

UJUNGPENAMEDIA.COM,BONE--Wakil Bupati Bone Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M., secara resmi membuka Volunteer of Red Cross Competition Camp (Vorcea) se-Sulawesi Selatan 2026, Selasa (8/9/2026).


Mengusung tema “Harmoni Kemanusiaan dan Kolaborasi”, kegiatan tersebut dipusatkan di Lapangan Sepak Bola Makkulahu Tanabatue, Kelurahan Tanabatue, Kecamatan Libureng, Kabupaten Bone. Vorcea berlangsung selama sepekan, mulai 7 hingga 13 September 2026.


Sebanyak 31 kontingen ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Rinciannya, 24 kontingen tingkat Wira dan tujuh kontingen tingkat Madya. Vorcea 2026 diselenggarakan oleh PMR Unit 016 SMAN 22 Bone.


Kepala UPT SMAN 22 Bone, Cahaya, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wakil Bupati Bone serta seluruh kontingen dari berbagai kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.


Menurutnya, Vorcea bukan sekadar ajang untuk memperebutkan juara, tetapi juga menjadi ruang bagi peserta untuk membangun jejaring, mengasah keterampilan, memperkuat karakter, dan menumbuhkan solidaritas.


“Kami menyampaikan selamat datang kepada Wakil Bupati Bone dan seluruh kontingen yang hadir di Kabupaten Bone. Kehadiran seluruh peserta menjadi kehormatan sekaligus kebanggaan bagi kami sebagai tuan rumah,” ujar Cahaya.


Ia berharap seluruh pengalaman yang diperoleh peserta selama kegiatan dapat menjadi bekal dalam membentuk generasi muda yang memiliki jiwa kepemimpinan sekaligus kepedulian terhadap sesama.


“Vorcea ini bukan hanya tentang meraih piala atau kejuaraan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi wadah silaturahmi, menguji ketangkasan, mengasah kepemimpinan, serta memperkuat solidaritas anggota Palang Merah Remaja dalam menanamkan nilai kemanusiaan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana,” katanya.


Sementara itu, Kepala Seksi Bidang SMA Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III, Dr. H. Sabil Zakaria, S.Pd., M.Pd., yang hadir mewakili Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III sekaligus Ketua PMI Kabupaten Bone, turut memberikan apresiasi atas pelaksanaan Vorcea 2026.


Ia menilai kegiatan tersebut memiliki peran penting dalam meningkatkan keterampilan sekaligus membentuk mental, karakter, empati, dan kepedulian peserta didik.


“Kami sangat mengapresiasi pelaksanaan Vorcea ini. Kegiatan seperti ini perlu terus didorong karena tidak hanya meningkatkan ketangkasan dan keterampilan anak-anak, tetapi juga membangun mental, karakter, empati, dan kepedulian terhadap sesama,” jelas Sabil.


Sabil berpesan agar peserta tidak menjadikan perolehan juara sebagai tujuan utama. Ia meminta seluruh peserta mengikuti perlombaan dengan disiplin, menjunjung sportivitas, serta mengamalkan nilai-nilai kepalangmerahan.


“Silakan berlomba sebaik-baiknya, tetapi jangan menjadikan piala sebagai tujuan utama. Ikuti aturan, jaga sportivitas, dan tanamkan tujuh prinsip gerakan Palang Merah. Sebab, kemampuan teknis harus berjalan bersama nilai kemanusiaan dan empati,” tuturnya.


Ia juga mengapresiasi SMAN 22 Bone yang dinilai mampu menggelar kegiatan berskala Sulawesi Selatan dengan persiapan matang. Penataan lokasi perkemahan dan tenda peserta menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian karena dinilai rapi dan tertib.


Menurut Sabil, berbagai prestasi yang telah diraih SMAN 22 Bone di bidang kepalangmerahan perlu diikuti dengan keberanian menjadi tuan rumah kegiatan berskala lebih besar.


Wabup Bone Tekankan Pembentukan Karakter


Dalam sambutannya, Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin menekankan pentingnya kegiatan ekstrakurikuler sebagai bagian dari proses pembentukan generasi muda.


Ia menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya bertujuan mencetak siswa yang unggul secara akademik, tetapi juga membentuk generasi yang sehat, mampu menguasai teknologi, serta memiliki karakter kuat.


“Pendidikan pada hakikatnya bukan hanya melahirkan manusia yang cerdas, tetapi juga generasi yang sehat, unggul secara intelektual, psikologis dan fisik, mampu menguasai teknologi, serta memiliki karakter yang kuat,” kata Andi Akmal.


Menurutnya, jenjang SMA merupakan fase penting dalam menentukan arah masa depan generasi muda. Karena itu, keterlibatan siswa dalam organisasi dan kegiatan positif seperti PMR, Pramuka hingga jurnalistik perlu terus didukung.


“Masa SMA adalah masa pembentukan yang sangat menentukan masa depan. Karena itu, saya memberikan apresiasi kepada anak-anak yang aktif di PMR, Pramuka, jurnalistik dan berbagai organisasi lainnya. Dari sinilah kemampuan, pengalaman dan karakter kepemimpinan mulai dibentuk,” ujarnya.


Andi Akmal juga mengajak peserta dari luar daerah untuk melihat langsung perkembangan pembangunan di Kabupaten Bone.


Ia menyebut sejumlah infrastruktur yang tengah dikembangkan, termasuk peningkatan jalan serta rencana pembangunan Bandara Arung Palakka di Watampone.


“Kami ingin Bone menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Selatan bagian timur. Pembangunan tidak boleh hanya terpusat di Makassar. Bone harus mampu menjadi bagian dari pusat pertumbuhan baru yang memberikan dampak bagi daerah-daerah di sekitarnya,” tegasnya.


Ia berharap kehadiran puluhan kontingen dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan tidak hanya mempererat persaudaraan antarpelajar, tetapi juga menjadi momentum untuk mengenal potensi Kabupaten Bone lebih dekat.


Pembukaan Vorcea 2026 ditandai dengan penabuhan bedug dan penyematan ID Card kepada perwakilan peserta oleh Wakil Bupati Bone bersama jajaran yang hadir.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berikan saran dan informasi