Pengikut

Translate

,

Bupati Bone Pimpin Upacara HUT Bhayangkara ke-80, Tegaskan Polri Harus Profesional dan Semakin Dekat dengan Masyarakat

Tim Redaksi
30 Jun 2026, 6/30/2026 WIB Last Updated 2026-07-01T03:08:23Z

UJUNGPENAMEDIA.COM,BONE--Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 di Kabupaten Bone berlangsung khidmat melalui upacara yang digelar di Lapangan Merdeka Watampone, Rabu pagi (1/7/2026).


Upacara dipimpin oleh Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., dan dihadiri Kapolres Bone AKBP Sugeng Setio Budi, jajaran Forkopimda Bone, para pejabat TNI-Polri, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.


Rangkaian upacara diawali dengan pengucapan Tribrata dan pemeriksaan pasukan sebagai simbol kesiapan serta penghormatan terhadap nilai-nilai luhur institusi Polri.


Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bone membacakan amanat Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Presiden menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia sekaligus memberikan apresiasi atas dedikasi dan pengabdian Polri dalam menjaga stabilitas keamanan nasional.


"Selamat Hari Bhayangkara ke-80. Apresiasi tertinggi dari negara serta ucapan terima kasih atas kerja keras, pengabdian, dan pengorbanan yang telah ditunjukkan dalam menjaga stabilitas keamanan dalam negeri," ujar Bupati saat membacakan amanat Presiden.


Pada peringatan tahun ini, Polri mengusung tema "80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat." Tema tersebut menegaskan bahwa seluruh perjalanan pengabdian Polri bermuara pada satu tujuan, yakni memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.


Menurut amanat Presiden, seluruh pengabdian Polri harus diarahkan untuk melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat dengan mengedepankan ketegasan, profesionalisme, serta pelayanan yang responsif dan memberikan manfaat nyata.


"Perwujudan pengabdian kepada masyarakat dapat tercapai apabila Polri mampu mencerminkan ketegasan dan profesionalisme dalam melaksanakan tugas pokoknya serta memberikan pelayanan terbaik," lanjutnya.


Presiden juga menegaskan bahwa keberhasilan Polri tidak hanya diukur dari keberhasilannya menjaga keamanan dan menegakkan hukum, tetapi juga dari tingkat kepercayaan masyarakat terhadap institusi tersebut.


"Apabila masyarakat benar-benar merasakan kehadiran dan pengabdian Polri, maka Polri telah berhasil melaksanakan tugas sebagaimana yang diamanatkan undang-undang," katanya.


Di akhir amanat, Presiden mengingatkan agar Polri terus bertransformasi menjadi institusi yang semakin profesional, humanis, responsif, dan produktif dengan menempatkan pengabdian kepada masyarakat sebagai jati diri utama.


Usai pelaksanaan upacara, rangkaian peringatan HUT Bhayangkara ke-80 dilanjutkan dengan sesi foto bersama dan acara syukuran yang ditandai dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas capaian dan perjalanan pengabdian Polri selama delapan dekade.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berikan saran dan informasi