Pengikut

Translate

,

Wabup Bone Hadiri Expose Manajemen Talenta ASN Sulsel, 25 Daerah Tuntas Ikuti Tahapan

Tim Redaksi
25 Agu 2026, 8/25/2026 WIB Last Updated 2026-08-25T13:09:55Z

 



UJUNGPENAMEDIA.COM,MAKASSAR -- Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M., menghadiri Expose Manajemen Talenta Wilayah Sulawesi Selatan Tahap II Tahun 2026 di Aula Asta Cita Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, Jalan Sungai Tangka No. 31, Makassar, Selasa (25/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat penerapan manajemen talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) sekaligus memperkuat sistem merit dalam pengelolaan karier aparatur di Sulawesi Selatan.

Manajemen talenta diarahkan untuk memastikan penempatan dan pengembangan ASN dilakukan secara objektif dengan mempertimbangkan kompetensi, kinerja, potensi, integritas, serta kebutuhan organisasi.

Kegiatan ini dihadiri Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, S.H., M.H., para bupati dan wali kota se-Sulawesi Selatan, sekretaris daerah, kepala BKD/BKPSDM, kepala OPD, serta jajaran terkait.

Dalam laporannya, Kepala Kantor Regional IV BKN Makassar, Nanang Subandi, S.Kom., MMSI., menyampaikan bahwa ekspos pembangunan manajemen talenta tahap pertama telah dilaksanakan pada 7–9 Mei 2026 oleh pemerintah daerah di Sulawesi Selatan.

Sementara tahap kedua berlangsung pada 25–26 Agustus 2026 dan diikuti 11 pemerintah daerah, yakni Kota Parepare, Kota Palopo, Kabupaten Bone, Kabupaten Sidenreng Rappang, Kabupaten Luwu Timur, Kabupaten Pinrang, Kabupaten Bantaeng, Kabupaten Enrekang, Kabupaten Luwu, Kabupaten Jeneponto, dan Kabupaten Soppeng.

Dengan terlaksananya tahap kedua tersebut, seluruh 25 instansi pemerintah daerah di Sulawesi Selatan telah melaksanakan ekspos pembangunan manajemen talenta.

Nanang menyebut capaian ini menjadikan Sulawesi Selatan sebagai provinsi pertama di wilayah kerja Kantor Regional IV BKN Makassar dan di luar Jawa yang seluruh kabupaten/kotanya telah melaksanakan ekspos pembangunan manajemen talenta.

“Capaian ini bukan sekadar capaian kuantitatif, tetapi merupakan indikator bahwa komitmen pembangunan manajemen talenta yang telah dibangun bersama mulai bergerak menjadi implementasi nyata di daerah,” ujar Nanang.

Ia menambahkan, saat ini terdapat 11 instansi pemerintah daerah di wilayah kerja Kantor Regional IV BKN Makassar yang telah menggunakan manajemen talenta dalam proses pengisian jabatan.

Hal tersebut menunjukkan bahwa manajemen talenta diharapkan tidak berhenti pada aspek administratif maupun kegiatan ekspos, tetapi benar-benar menjadi instrumen dalam pengambilan keputusan manajemen ASN.

Dengan penerapan tersebut, proses pengisian jabatan diharapkan semakin objektif dan berbasis data, kinerja, kualifikasi, potensi, integritas, serta kebutuhan organisasi.

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman dalam sambutannya menegaskan komitmen agar seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan menerapkan manajemen talenta secara menyeluruh.

Ia bahkan menilai Sulawesi Selatan berpeluang menjadi percontohan penerapan manajemen talenta di tingkat nasional.

Menurut Andi Sudirman, manajemen talenta memberikan ruang bagi kepala daerah untuk menempatkan aparatur yang tepat sesuai kompetensi dan kebutuhan organisasi. Sistem ini juga dinilai dapat menjadi solusi dalam membangun karier ASN secara lebih berkelanjutan, termasuk memberikan ruang bagi pejabat berkompetensi untuk mengembangkan karier melalui jabatan fungsional.

Sementara itu, Kepala BKN Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh menjelaskan bahwa manajemen talenta merupakan bagian dari transformasi sistem merit untuk menempatkan ASN terbaik pada jabatan yang paling sesuai dengan kompetensi dan kebutuhan organisasi.

Menurut Zudan, manajemen talenta menjadi pendekatan baru dalam pengelolaan ASN. Pemerintah daerah dapat mengidentifikasi aparatur berdasarkan keahlian spesifik yang dibutuhkan untuk mewujudkan visi dan misi pembangunan daerah.

“Manajemen talenta adalah untuk mewujudkan visi dan misi Bapak dan Ibu semuanya. Cari orang yang paling tepat untuk mewujudkan ini,” ujarnya.

Zudan juga menjelaskan bahwa manajemen talenta memungkinkan adanya mobilitas talenta. Pemerintah daerah dapat mengidentifikasi ASN yang memiliki keahlian tertentu melalui basis data kepegawaian untuk kemudian ditempatkan sesuai kebutuhan organisasi.

Ia menekankan bahwa tantangan pemerintahan saat ini tidak lagi dapat diselesaikan hanya dengan pendekatan masa lalu. Karena itu, diperlukan sistem pengelolaan ASN yang adaptif, berbasis data, cepat, dan mampu menjawab kebutuhan pembangunan yang terus berkembang.

Bagi Pemerintah Kabupaten Bone, kehadiran Wakil Bupati Andi Akmal Pasluddin dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen memperkuat manajemen talenta ASN sebagai instrumen penting dalam membangun birokrasi yang profesional, kompeten, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Andi Akmal menilai pengelolaan talenta ASN merupakan langkah strategis untuk memastikan setiap aparatur dikembangkan sesuai kompetensi dan potensinya. Penempatan ASN yang tepat diyakini akan berdampak terhadap efektivitas penyelenggaraan pemerintahan dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

“Manajemen talenta menjadi bagian penting dalam membangun birokrasi yang profesional. Kita ingin setiap ASN dapat dikembangkan sesuai kompetensi dan potensinya, sehingga mampu memberikan kontribusi terbaik bagi pemerintahan dan masyarakat,” ujar Andi Akmal.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, dan Pemerintah Kabupaten Bone agar penerapan manajemen talenta berjalan konsisten dan memberikan manfaat nyata bagi organisasi pemerintahan.

Menurutnya, sistem merit harus terus diperkuat agar pengembangan karier dan penempatan ASN dilakukan secara objektif dan transparan dengan mempertimbangkan kompetensi, kinerja, potensi, serta integritas.

“Yang kita harapkan adalah lahirnya aparatur yang memiliki kompetensi, integritas, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan. ASN harus terus meningkatkan kapasitas agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis,” tambahnya.

Andi Akmal hadir didampingi Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bone, Edy Saputra Syam, S.STP., M.Si.

Kehadiran Kepala BKPSDM Bone turut memperkuat koordinasi teknis penerapan manajemen talenta di daerah, mulai dari pemetaan kompetensi, pengembangan karier, hingga pengelolaan sumber daya aparatur.

Melalui Expose Manajemen Talenta Wilayah Sulawesi Selatan Tahap II Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Bone menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola ASN berbasis sistem merit.

Penerapan manajemen talenta diharapkan mampu melahirkan ASN yang tepat kompetensi, tepat penempatan, dan tepat pengembangan sehingga dapat memberikan kontribusi maksimal terhadap pelayanan publik serta pencapaian visi dan misi pembangunan Kabupaten Bone. (*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berikan saran dan informasi