UJUNGPENAMEDIA.COM,BONE--Harapan panjang masyarakat lintas kabupaten di Sulawesi Selatan akhirnya terjawab. Di bawah terik matahari Desa Tompong Patu, Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone, Gubernur Sulawesi Selatan H. Andi Sudirman Sulaiman, S.Sos., secara resmi melakukan ground breaking Penanganan Preservasi Jalan Paket 5 Multiyears Contract (MYC) Tahun 2025–2027, Kamis.
Proyek strategis ini memiliki total anggaran lebih dari Rp383 miliar dengan masa pelaksanaan selama 719 hari kalender. Ground breaking tersebut menandai dimulainya pengerjaan infrastruktur jalan yang telah lama dinantikan masyarakat di wilayah Bone, Soppeng, Pangkep, dan Barru.
Kegiatan ini turut dihadiri Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., Bupati Soppeng, Wakil Bupati Pangkep, Pj. Sekda Barru, anggota DPRD Provinsi Sulsel, anggota DPRD Kabupaten Bone, serta Kepala Dinas BMCKTR Provinsi Sulsel.
Paket pekerjaan MYC ini mencakup penanganan dan preservasi jalan pada sejumlah ruas vital dengan total panjang penanganan mencapai ±218,75 kilometer. Ruas-ruas tersebut menjadi penghubung utama antarwilayah sekaligus urat nadi perekonomian, pertanian, dan mobilitas masyarakat.
Di Kabupaten Bone, ruas jalan yang ditangani meliputi Tanabatue–Sanrego–Palattae sepanjang 31,34 kilometer, Palattae–Bojo 23,43 kilometer, Ujung Lamuru–Palattae 44,22 kilometer, Ujung Lamuru–Batas Soppeng 19,63 kilometer, Batas Soppeng–Takalalla 11,18 kilometer, serta Bakunge–Solo–Sampie sepanjang 9,1 kilometer.
Sementara itu, ruas lintas kabupaten lainnya mencakup Pangkep–Tondongkura–Batas Bone 34,1 kilometer, Batas Pangkep–Tondong Bua–Batas Barru 10,4 kilometer, Batas Bone–Bacuapie–Balangbaru 9,55 kilometer, serta Batas Barru–Parigi 25,8 kilometer.
Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman menyampaikan rasa haru dan bangganya atas dimulainya proyek tersebut.
“Dari sekian lama kita menunggu, hari ini terjawab sudah. Terima kasih Bapak Gubernur yang telah menjawab harapan masyarakat. Intervensi ini sangat luar biasa karena infrastruktur memang menjadi kebutuhan utama rakyat,” ujarnya.
Ia juga berharap pelaksanaan proyek dapat melibatkan tenaga kerja lokal serta berlanjut ke sektor lain.
“Semoga ke depan bantuan infrastruktur terus berlanjut, baik irigasi, kesehatan, maupun sektor lainnya,” tambahnya.
Sementara itu, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menegaskan bahwa proyek ini merupakan hasil sinergi dan perjuangan bersama.
“Kegiatan ini tidak lepas dari dukungan anggota DPRD dari Bone. Mereka mensupport penuh sehingga proyek multiyears ini bisa dilaksanakan,” ungkapnya.
Gubernur menyebut ruas-ruas yang ditangani sebagai “jalan perjuangan” masyarakat.
“Kerjakan dengan baik. Soal pembayaran, saya yang bertanggung jawab. Proyek ini mencakup hampir 200 kilometer jalan,” tegasnya.
Ia juga memaparkan keberanian fiskal Pemprov Sulsel yang mengalokasikan Rp2,5 triliun untuk infrastruktur jalan, terbesar sepanjang sejarah Sulsel, dengan total penanganan mencapai sekitar 1.000 kilometer. Selain itu, proyek ini juga berdampak langsung pada sektor pertanian melalui dukungan irigasi bagi sekitar 54 ribu hektare sawah.
Sekadar diketahui, proyek preservasi jalan ini bertujuan mempertahankan dan meningkatkan kondisi fungsional jalan agar tetap mantap, aman, dan nyaman. Lingkup pekerjaannya meliputi rekonstruksi jalan pada ruas rusak berat, pemeliharaan berkala, serta penanganan rutin guna mencegah kerusakan lanjutan. (*)

