,

Lomba Lorong dan Dusun Bugiz Digelar, Pemkab Bone Dorong Lingkungan Hijau, Sehat, dan Bebas Stunting

Tim Redaksi
25 Jan 2026, 1/25/2026 WIB Last Updated 2026-01-26T05:42:48Z

UJUNGPENAMEDIA.COM,BONE--Pemerintah Kabupaten Bone menggelar Lomba Lorong dan Dusun Bugiz (Bunga dan Gizi) pada 15 Januari hingga 4 Februari 2026 sebagai upaya mendorong terciptanya lingkungan yang bersih, indah, sehat, dan produktif berbasis partisipasi masyarakat.


Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M. menyambut baik pelaksanaan lomba tersebut. Menurutnya, lorong dan dusun merupakan wajah daerah yang mencerminkan kualitas hidup masyarakat.


“Kalau lingkungan kita tertata, bersih, dan hijau, maka kualitas hidup warga juga akan meningkat. Saya berharap lomba ini menjadi gerakan bersama, bukan sekadar kompetisi,” ujar Andi Asman Sulaiman di Rumah Jabatan Bupati Bone, Kota Watampone, Senin (26/1/2026).


Ia menjelaskan, lomba diikuti oleh satu dusun dari setiap desa dan satu lorong dari setiap kelurahan. Pemerintah daerah ingin melihat kreativitas camat, lurah, dan masyarakat dalam menata wilayahnya, khususnya dalam memadukan unsur kebersihan, keindahan, dan gizi.


“Yang paling penting ada unsur gizinya. Tanaman gizi harus kelihatan, dipamerkan, dikonsumsi, dan berdampak pada kondisi kesehatan masyarakat. Ini bagian dari upaya menekan angka gizi buruk dan stunting,” tegasnya.


Sebagai bentuk dukungan, Bupati Bone menyiapkan berbagai hadiah, mulai dari motor sampah untuk kelurahan, gerobak sampah, hingga tempat pembibitan tanaman. Ia berharap lomba ini juga menjadi solusi berbasis lingkungan, terutama bagi wilayah yang rawan banjir dan memiliki persoalan sanitasi.


Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bone, Dray Vibrianto, mengajak seluruh masyarakat berperan aktif menyukseskan lomba tersebut. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya memperindah lorong dan dusun, tetapi juga memperkuat budaya hidup bersih, sehat, dan mandiri hingga ke tingkat paling bawah.


“Lomba ini menjadi momentum untuk memperbaiki pengelolaan sampah, saluran air, serta penghijauan berbasis tanaman toga, bunga, dan tanaman gizi yang dapat dikonsumsi masyarakat,” jelas Dray.


Ia menambahkan, penilaian lomba mencakup empat aspek utama, yakni kebersihan dan kesehatan lingkungan, keasrian, keindahan dan penataan, serta partisipasi masyarakat. Setiap peserta diwajibkan membuat video pendek maksimal tujuh menit sesuai kriteria penilaian dan mengunggahnya pada periode 15–28 Januari 2026.


Dray juga menyebutkan bahwa lomba ini sejalan dengan program PKK, khususnya Hatinya PKK, yang kembali dibangkitkan melalui pemanfaatan pekarangan dan lorong untuk tanaman pangan, obat, dan bunga.


“Kami ingin setiap lorong memiliki papan informasi, seperti data ibu hamil dan kondisi gizi warga, agar penanganan gizi buruk dan stunting bisa dilakukan berbasis lingkungan,” ujarnya.


Panitia akan mengumumkan lokasi yang lolos seleksi administrasi pada 30 Januari 2026, dilanjutkan dengan verifikasi lapangan pada awal Februari sebelum penetapan pemenang.


Lomba Lorong dan Dusun Bugiz merupakan bagian dari program pembangunan berbasis komunitas Pemkab Bone dengan visi “Bersama Beramal untuk Bone Lebih Baik, Bone Maberre (Mandiri, Berkeadilan, dan Berkelanjutan).”

Iklan